Pemantauan Pelaksanaan/Realisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan
Sodiyah, S.Pd
#SahabatSekolah, dalam rangka mendukung pelaksanaan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan, BPMP Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan kegiatan “Pemantauan Pelaksanaan/Realisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan” pada Rabu, 30 Juli 2025 dengan pola dalam jaringan melalui zoom meeting. Hadir sebagai peserta, pejabat dari unsur Dinas dan Suku Dinas Pendidikan, Pusat Pengembangan dan Pelatihan Pendidikan, Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan, Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan, Unit Pelaksana Teknis Pusat Data dan Teknologi Informasi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan internal BPMP Provinsi DKI Jakarta.
Melalui kegiatan ini BPMP melaksanakan peran dalam rangka mendukung pelaksanaan dan mewujudkan target objektif Tim Percepatan VIII Penjaminan Mutu Pendidikan, diantaranya menjadi mitra pemerintah daerah dalam merencanakan dan melaksanakan pemenuhan mutu sesuai SNP, termasuk mengawal pemenuhan SPM Pendidikan, serta melaksanakan pendampingan/advokasi penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah dan dokumen perencanaan dan penganggaran 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BPMP Provinsi DKI Jakarta, Bapak Herdiana. Pak Herdiana menyampaikan bahwa SPM ini adalah syarat minimal yang harus kita penuhi, dan sesungguhnya untuk Jakarta seharusnya tidak lagi bicara SPM. Untuk Kepulauan Seribu yang belum Tuntas Madya, nanti kita rumuskan strateginya untuk memastikan memperoleh capaian yang sama dengan wilayah lain. Salah satu isu yang perlu didiskusikan adalah tentang distribusi guru. Jakarta Timur yang sudah memperoleh capaian tertinggi, coba kita dorong untung memperoleh Tuntas Utama dan Tuntas Paripurna.
Selanjutnya Ketua Tim Kerja Jenjang SMP SMA BPMP Provinsi DKI Jakarta, Ibu Sri Sulastri menyampaikan materi Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Pemetaan Mutu Pendidikan pada SNP di Prov. DKI Jakarta. Ibu Sri menyampaikan bahwa SNP dikembalikan sebagai acuan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. SNP ini harus dipenuhi oleh satuan pendidikan, karena ini adalah Standar Minimal. Ibu Sri juga menyampaikan bahwa Capaian mutu satuan Pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA mewakili Dasmen di DKI Jakarta secara umum pada delapan standar memiliki kategori baik sebanyak 52%, sedang 31%, dan tidak muncul datanya sebanyak 17%. Dilihat dari capaian mutu satuan Pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA mewakili pendidikan Dasar dan Menengah di DKI Jakarta secara umum pada delapan standar yang memiliki kategori baik sebanyak 52%, berarti Tim Percepatan VIII Penjaminan Mutu Pendidikan sudah melampaui target yang diamanahkan Kemdikdasmen sebesar 34%.
Materi selanjutnya Kebijakan Pemenuhan SPM Pendidikan dalam Dokumen Perencanaan Daerah Prov. DKI Jakarta 2025 – 2029 disampaiakan oleh Kepala Bidang Program dan Anggaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Bapak Asep Erwin Juanda. Pak Asep menyampaikan bahwa capaian indeks SPM Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dari tahun ke tahun selalu meningkat. Hal ini didukung dengan terintegrasinya indikator SPM Pendidikan dalam RPJMD, Renstra PD, dan Renja PD serta pemetaan kegiatan strategis yang dapat meningkatkan capaian Indikator Kinerja tahun 2025-2029.
Materi berikutnya, Optimalisasi Capaian APBD dan SPM Pendidikan Tahun 2025 Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta disampaikan oleh Bapak Aid Sasmita selaku Kasubkel Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Pak Aid menyampaikan bahwa Anggaran SPM Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mencapai 53,74% dari total pagu anggaran pendidikan 2025, sedangkan realisasinya mencapai 38%. Pak Aid juga menyampaikan pemetaan subkegiatan yang masih belum optimal dalam penyerapan anggaran untuk mendukung SPM Pendidikan. Seluruh subkegiatan diharapkan akan terealisasikan hingga di akhir tahun.
Materi terakhir, Rencana Pelaksanaan Program Kegiatan SPM Pendidikan Semester 2 Tahun 2025 disampaikan oleh Ibu Corry Maryana Siagian selaku Kasubkel Perencanaan Program dan Anggaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Ibu Corry menyampaikan bahwa seluruh bidang di Dinas Pendidikan melihat kondisi sekolah, baik melalui rapor pendidikan, maupun secara langsung. Program dan anggaran yang sudah dirancang hendaknya dapat dioptimalkan untuk peningkatan layanan pendidikan. DKI Jakarta juga memberikan hibah BOP kepada madrasah. Dalam kesempatan ini juga terjadi diskusi terkait hal-hal teknis dalam pelaksanaan program dan anggaran.
Di akhir sesi, Ibu Rahmah Kurniawaty mengajak peserta untuk berkomitmen mengawal pemenuhan SPM Pendidikan di provinsi DKI Jakarta yang disambut dengan antusias oleh peserta. Semoga melalui kegiatan ini seluruh pihak yang berkepentingan dapat mengoptimalkan pemenuhan SPM Pendidikan mulai dari perencanaan hingga realisasi program dan anggaran sesuai kewenangannya guna mendukung penjaminan mutu pendidikan menuju DKI Jakarta Tuntas Utama dan Paripurna.

